Ruang lingkup dan penggunaan. Panduan lapangan ini mengikuti prosedur overhaul bagian utama turbin uap 600 MW yang diberikan, termasuk pekerjaan journal bearing dan seal bearing generator yang dijelaskan di dalamnya. Urutan dan pekerjaan pokok sumber dipertahankan, dengan judul serta istilah dwibahasa yang dirapikan. Panduan ini membantu tim pembangkit menyiapkan paket kerja, catatan inspeksi dan titik pemeriksaan; dokumen ini bukan pengganti prosedur pembangkit lengkap yang telah disetujui.
Batas peralatan. Sumber ditulis untuk unit 600 MW tertentu dan merujuk pada standar konstruksi/inspeksi, aturan pemeliharaan pembangkit, manual pabrikan, gambar dan data teknis terkait. Clearance, fit, data baut, dimensi rotor, kriteria material, tekanan uji dan batas penerimaan bersifat khusus peralatan. Untuk setiap nilai numerik, gunakan tabel asli yang disetujui serta dokumen OEM/pembangkit terkini. Jangan memindahkan nilai dari prosedur ini ke unit lain atau menganggap OCR/transkripsi sebagai acuan.
Kata kunci utama: prosedur overhaul turbin uap 600 MW. Topik terkait: pemeliharaan turbin uap, inspeksi casing, inspeksi rotor, overhaul journal dan thrust bearing, pengukuran clearance turbin, inspeksi seal bearing generator. Lihat layanan overhaul turbin uap dan suku cadang turbin uap.
1. Lingkup, dokumen acuan dan batas pekerjaan
Prosedur mencakup bagian utama turbin uap serta peralatan journal bearing dan seal bearing generator yang disebutkan oleh sumber. Sebelum pekerjaan, tetapkan bagian turbin, pipa uap eksternal, katup, antarmuka generator dan sistem bantu yang termasuk. Pastikan identitas peralatan, gambar/revisi terkini, instruksi pabrikan, prosedur pemeliharaan pembangkit, standar inspeksi yang berlaku dan catatan perbaikan terdahulu. Setiap konflik harus diputuskan oleh otoritas engineering pembangkit sebelum pekerjaan.
Daftar kerja sumber mencakup persiapan serta pembukaan insulasi/cover; pembongkaran casing tekanan tinggi, menengah dan rendah; pipa uap utama dan pipa penghubung; diafragma, kelompok nozzle, piston penyeimbang dan komponen seal; bidang sambungan casing, baut dan pin pemosisi; rotor, blade, journal poros dan coupling; journal/thrust bearing, oil deflector dan rumah bearing; susunan sliding key/support, peralatan injeksi oli dan turning gear; journal/seal bearing generator; alignment, balancing rotor, uji tekanan generator, pemulihan insulasi dan dokumen akhir. Batas aktual harus diperiksa terhadap rencana outage unit yang disetujui.
2. Peralatan, alat angkat dan persiapan kerja
Siapkan special tools serta peralatan umum sesuai daftar unit. Inventaris sumber mencakup pemanas baut casing dan socket/kunci khusus; balok angkat casing dan rotor, sling, eyebolt serta alat pemandu; hydraulic jack; alat pengencangan/penegangan; dial indicator dan dudukan; mikrometer luar, dalam dan kedalaman; jangka sorong dan pengukur kedalaman; precision level dan frame level; feeler/wedge gauge; peralatan pembersihan dan gerinda; peralatan las; chain block; kabel listrik dan alat pelindung; serta peralatan untuk turning gear dan bearing generator. Sebelum digunakan, periksa identitas, kapasitas, kondisi, kalibrasi bila berlaku serta status inspeksi. Daftar alat adalah pemeriksaan kesiapan, bukan izin memakai alat di luar rating atau rencana lifting yang disetujui.
Tinjau lingkup, urutan, jadwal, material dan suku cadang untuk menemukan kekurangan. Pastikan alat ukur sesuai dan akurasinya memenuhi kebutuhan pengukuran yang ditentukan. Periksa kondisi sistem dan lokasi: penerangan, listrik, air, udara, proteksi kebakaran, housekeeping, barricade, perlindungan lantai, akses dan komunikasi. Verifikasi isolasi yang disetujui pembangkit, izin kerja, kondisi tanpa energi dan pelepasan peralatan untuk pemeliharaan. Sumber memuat pemeriksaan temperatur dan tekanan sebelum pekerjaan casing; gunakan nilai dan prosedur isolasi unit yang benar-benar telah disetujui.
Sebelum pembongkaran, beri tanda orientasi komponen dan pasangan yang cocok, siapkan penyimpanan bersih dan terlindungi, wadah berlabel untuk baut/komponen kecil serta lembar pengukuran. Tentukan hold point, witness point, pemeriksa yang bertanggung jawab dan pihak yang berwenang menyetujui penyimpangan atau pekerjaan tambahan. Lindungi bidang mesin, journal poros, blade, gigi seal, kabel instrumen dan saluran oli/uap terbuka dari benturan, kotoran dan kelembapan.
3. Urutan pembongkaran dan pengendalian penanganan
Lepas sambungan luar casing dan insulasi/cover sesuai rencana. Pemutusan instrumen dan kabel listrik dilakukan bersama disiplin yang bertanggung jawab; identifikasi setiap sambungan untuk pemasangan kembali. Lepas sambungan uap tekanan tinggi, menengah dan rendah serta bagian pipa penghubung menurut urutan yang disetujui; segera tutup flens dan saluran terbuka. Lepas baut sambungan casing dan pin pemosisi dengan metode pemanasan/pembukaan yang ditentukan. Bila baut macet, hentikan pekerjaan dan ikuti jalur perbaikan engineering yang disetujui; jangan menggunakan extension atau gaya angkat yang tidak disetujui.
Sebelum mengangkat casing, tunjuk satu pengarah lifting, periksa crane, hook, rigging, titik angkat dan alat khusus, lalu pastikan semua sambungan telah dilepas. Angkat merata sesuai lift plan. Pantau pemisahan serta pergerakan rotor; hentikan bila komponen mengikat, bergerak tak terduga atau bersentuhan. Jangan memaksa casing terpisah dengan baji atau pry bar yang tidak disetujui. Sangga dan amankan casing serta rakitan internal yang dilepas agar bidang sambungan dan fitur pemosisi tidak rusak.
Bongkar inner casing tekanan tinggi/menengah, diaphragm carrier, balance piston dan seal internal sesuai urutan terdokumentasi. Untuk bagian tekanan rendah, catat clearance exhaust hood dan blade tingkat terakhir yang dapat diakses sebelum komponen terkait dipindahkan, jika diwajibkan prosedur yang disetujui. Lepas bagian internal dengan titik angkat dan penyangganya; pertahankan tanda orientasi serta fastener berpasangan. Selesaikan catatan sebelum rotor diangkat, termasuk clearance jalur uap, posisi/center coupling, runout atau eksentrisitas rotor, pengangkatan/centerline rotor, bridge reading journal dan celah seal/oil deflector.
Pengangkatan rotor memerlukan rigging khusus yang disetujui, penyanggaan memadai dan jalur terkendali melewati seal serta sudu diam. Pastikan coupling telah dipisahkan dan status bearing/thrust component diketahui. Jauhkan personel dari beban tergantung, cegah rotor berayun atau bersentuhan dan jangan pernah membiarkan rotor tergantung tanpa pengawasan. Turunkan ke penyangga yang disiapkan untuk melindungi journal, bidang thrust, muka coupling dan fitur seal. Catat posisi penyangga serta kondisi preservasi.
4. Pembersihan, pemeriksaan dan catatan dimensi
Bersihkan komponen dengan metode yang sesuai terhadap material dan permukaannya. Cegah benda asing masuk ke jalur oli, uap, drain dan sambungan instrumen. Pastikan identitas komponen sebelum dibersihkan agar setiap temuan tetap dapat ditelusuri. Catat kondisi awal sebelum perbaikan: endapan, gesekan, erosi, korosi, retak, kelonggaran, perubahan bentuk, material hilang, fretting, ulir rusak, jalur kebocoran dan pola kontak.
Periksa casing, inner casing, rakitan diaphragm/nozzle, balance piston, seal carrier, ruang uap/nozzle, sambungan ekstraksi, drain dan las. Periksa bidang sambungan, guide slot, pin pemosisi, fit dan bidang penyangga/kontak terhadap goresan, pull-up, oksidasi, deformasi atau fretting. Bila dicurigai retak atau cacat material, gunakan metode pemeriksaan yang diwajibkan prosedur dan minta keputusan engineering yang bertanggung jawab. Periksa baut/stud yang ditentukan untuk kondisi, kerusakan ulir, kekerasan atau NDT bila diwajibkan dokumen unit; catat penggantian dan keterlacakan material.
Ukur level casing dan celah bidang horizontal, alignment separuh casing, kondisi support/cat-paw dan sliding key, clearance pin pemosisi dan fastener, fit diaphragm/seal, clearance jalur uap serta posisi aksial/radial terkait. Gunakan titik ukur dan catat identitas alat, datum, temperatur bila diwajibkan, nilai sebelum/sesudah serta satuan. Ulangi pembacaan yang meragukan atau tidak konsisten; simpan nilai mentah, bukan hanya status lulus/gagal. Jangan menggunakan batas umum.
5. Rotor, blade, seal dan komponen jalur uap
Periksa permukaan rotor, journal, bidang thrust, fit coupling dan fitur balancing. Catat runout/eksentrisitas pada bagian yang ditentukan, rotor lift atau centerline, dimensi journal, taper dan out-of-roundness, serta posisi blade/impeller bila diwajibkan. Periksa blade dan attachment dari retak, kelonggaran, gesekan, endapan, erosi, deformasi dan kerusakan pengunci. Bandingkan temuan dengan catatan dan kriteria desain unit; gejala yang terlihat saja tidak menentukan perbaikan.
Periksa gland seal, shaft sleeve, labyrinth tooth, diaphragm seal, balance-piston seal dan oil deflector sebagai komponen yang berbeda. Catat lokasi serta identitas segmen, clearance, tanda kontak/gesekan, kerusakan dan fit dengan komponen pasangannya. Jangan menyamakan shaft sleeve dengan segmen gland seal stasioner. Refurbishment, blending, pengelasan, penggantian atau perubahan geometri memerlukan instruksi perbaikan yang disetujui dan metode inspeksi/penerimaan yang jelas. Hubungkan identitas suku cadang pengganti dengan nomor dan revisi gambar.
Saat membersihkan rotor, lindungi tepi blade, shroud, gigi seal dan permukaan presisi. Prosedur asli menjelaskan tindakan khusus untuk endapan dan metode pembersihan; pilih metode hanya berdasarkan instruksi kerja yang disetujui dan pemeriksaan kecocokan material. Setelah dibersihkan, pastikan saluran/fitur bebas residu dan periksa kembali area yang sebelumnya tertutup endapan.
6. Journal bearing, thrust bearing dan oil deflector
Sebelum membongkar bearing, identifikasi dan lindungi probe getaran/temperatur beserta kabel; catat celah oil deflector dan kondisi bearing. Beri tanda pada separuh bearing, pad, shim, locating ring dan sambungan oli. Kuras dan lepas pipa supply, return serta jacking oil bila berlaku, kemudian tutup setiap bukaan agar tidak terkontaminasi. Lepas bagian bearing menggunakan penyangga dan alat angkat yang ditentukan; jangan sampai pad atau permukaan presisi terjatuh atau tertukar.
Bersihkan dan periksa permukaan white metal, pola kontak, wipe, goresan, retak, korosi, material tertanam, pemisahan lokal dan tanda overheating. Gunakan metode inspeksi yang diwajibkan dokumen unit. Catat identitas serta orientasi pad. Ukur celah sisi dan atas, crush/kekencangan bearing, dimensi journal dan bridge reading/shaft lift pada titik dan metode yang ditentukan. Simpan tiap pembacaan dan bandingkan hanya dengan kriteria khusus mesin yang berlaku. Perubahan shim, scraping, perbaikan atau penggantian harus memiliki keputusan engineering terdokumentasi.
Untuk thrust bearing, pertahankan identitas dan posisi pad kerja maupun non-kerja. Periksa tanda kontak pad, kondisi permukaan, locating ring dan housing, oil-seal ring serta elemen penyetel. Catat posisi/ketinggian awal adjustment screw dan shim sebelum dilepas. Saat perakitan, kembalikan komponen yang teridentifikasi ke posisinya, pulihkan sambungan dan kabel instrumen tanpa terjepit, lalu verifikasi thrust clearance dan celah oil seal terkait sesuai persyaratan unit. Catat hasil akhir dan penerimaannya.
Periksa oil deflector dan baffle rumah bearing terhadap fit, keselarasan sambungan, deformasi, gesekan, kerusakan dan arah fitur pengembalian oli. Ukur dan catat clearance pada titik yang ditentukan. Pastikan housing bersih, jalur oli terbuka dan seluruh sumbat sementara, kain serta benda asing telah dilepas sebelum penutupan.
7. Sliding key, support, turning gear dan sistem bantu
Periksa sliding key dan support yang dapat diakses terhadap kebebasan bergerak, keausan, galling, macet, permukaan rusak dan tanda pemasangan yang benar. Bersihkan sebelum dibongkar; catat posisi serta clearance awal. Ukur semua celah yang ditentukan dan cocokkan dengan kriteria khusus pabrikan untuk unit tersebut. Perbaikan/penggantian hanya berdasarkan keputusan yang disetujui. Pasang kembali sesuai tanda dan orientasi; gunakan pelumas serta jumlah yang ditentukan. Lindungi bidang geser yang selesai dari kotoran dan catat gerakan serta clearance akhir.
Periksa roda gigi, worm/wheel, poros, bearing, pelumasan, seal, base dan susunan rantai/penggerak turning gear. Catat kondisi gigi dan bearing, backlash atau gerak aksial/radial bila ditentukan serta keausan abnormal. Periksa engagement, fungsi turning dan interlock terkait sesuai urutan uji yang disetujui. Periksa peralatan injeksi oli, pipa, katup dan sambungan sesuai lingkup kerja; simpan catatan kebersihan dan pemulihan sistem.
8. Perakitan, penutupan casing dan alignment
Jangan memulai perakitan akhir sebelum komponen internal lulus inspeksi, perbaikan disetujui, pengukuran selesai, catatan ditinjau dan hold point dilepas. Pastikan casing internal, rotor, bearing, seal, fastener dan perlindungan sementara bersih serta lengkap. Periksa bahwa syarat perakitan dan catatan yang ditentukan prosedur telah terpenuhi, termasuk temuan cacat casing, level/celah sambungan casing, rotor lift/runout, clearance jalur uap dan seal, catatan bearing/oil deflector, thrust clearance, alignment awal dan laporan inspeksi baut yang berlaku.
Pasang kembali komponen sesuai urutan yang disetujui dengan menjaga tanda orientasi dan komponen berpasangan. Gunakan material baut, metode pemanasan/pengencangan, urutan dan nilai terdokumentasi yang ditentukan; jangan mengambil data pengencangan dari unit serupa. Pastikan pin pemosisi, sambungan, kontak support, sliding key dan seal terpasang benar. Ukur clearance pada tahap perakitan yang ditentukan; bila hasil tak terduga, hentikan dan selesaikan sebelum penutupan berikutnya. Gunakan joint compound/sealant yang disetujui hanya di lokasi yang ditentukan dan jangan sampai masuk ke saluran.
Lakukan alignment rangkaian poros turbin dan coupling memakai datum, instrumen, kondisi temperatur/alignment dingin, faktor koreksi dan kriteria penerimaan yang disetujui. Catat pembacaan tiap posisi coupling serta seluruh koreksi. Bila diwajibkan prosedur sumber, koordinasikan pembagian beban casing/penyetelan support dengan alignment rangkaian poros. Verifikasi fit coupling dan pemasangan fastener menurut instruksi yang disetujui. Pulihkan pipa luar, drain, instrumen, sambungan listrik, insulasi dan pelindung setelah pelepasan inspeksi terkait.
9. Pekerjaan journal dan seal bearing generator
Kelola journal bearing dan seal bearing generator sebagai lingkup tersendiri meskipun dikerjakan dalam outage yang sama. Catat identitas unit/bearing, kondisi oli dan seal awal, clearance, tanda kontak, pengamatan listrik/insulasi dan status instrumen. Lindungi journal rotor, permukaan seal dan kebersihan internal generator. Koordinasikan spesialis mekanis dan elektrikal di antarmuka coupling serta bearing.
Periksa shell/pad bearing, seal ring dan komponennya terhadap keausan, gesekan, endapan, kerusakan, deformasi dan fit. Ukur dimensi serta clearance yang ditentukan menggunakan gambar generator dan prosedur khusus. Rakit kembali dengan komponen pasangan yang benar, orientasi tercatat, jalur oli bersih dan instrumen yang dipulihkan. Bila prosedur mensyaratkan uji tekanan/udara generator atau verifikasi lain, gunakan media, batas, tekanan, durasi, kontrol keselamatan dan kriteria penerimaan yang disetujui dalam dokumen unit terkini. Catat hasil kebocoran/tekanan dan tindakan koreksi. Jangan mengganti nilai uji dengan perkiraan.
10. Pengujian, serah terima dan penerimaan
Selesaikan uji dynamic balance rotor, pemeriksaan center poros/alignment, uji tekanan generator, uji insulasi atau uji listrik lain, pemeriksaan turning gear, instrumen dan pemulihan sistem hanya bila termasuk lingkup yang disetujui. Setiap uji harus memiliki konfigurasi, alat terkalibrasi, dasar penerimaan, saksi yang bertanggung jawab dan hasil bertanda tangan. Uji yang telah dilakukan belum berarti diterima; simpan hasil dan persetujuannya.
Tutup paket kerja dengan identitas unit/komponen; revisi prosedur dan gambar terkini; pengukuran sebelum/sesudah perbaikan; catatan inspeksi dan NDT; keterlacakan material/komponen; keputusan perbaikan; catatan inspeksi serta pengencangan baut; lembar clearance, bearing, rotor dan alignment; laporan uji generator; pemeriksaan pemulihan instrumen/sistem bantu; daftar pekerjaan terbuka/penyimpangan; serta pelepasan pengoperasian kembali yang berwenang. Nyatakan setiap batasan atau tindak lanjut secara eksplisit.
Daftar pemeriksaan lapangan
Identitas unit, prosedur yang disetujui, gambar dan kriteria penerimaan tersedia di lokasi kerja.
Lingkup, antarmuka, urutan, izin, isolasi, lifting, alat, consumable dan suku cadang siap.
Titik ukur, identitas alat, lembar catatan, hold point dan pihak pemberi persetujuan disepakati.
Setiap komponen yang dilepas tetap teridentifikasi, berorientasi, terlindungi dan dapat ditelusuri.
Temuan serta pengukuran awal dicatat sebelum perbaikan atau penyetelan.
Kerusakan tak terduga, pengukuran meragukan atau penyimpangan yang diusulkan dihentikan, didokumentasikan dan disetujui sebelum pekerjaan berlanjut.
Perakitan serta pengujian dilepas berdasarkan kriteria khusus peralatan, dengan catatan bertanda tangan dan tindakan terbuka diserahterimakan.
